Gerhana Matahari dalam Mitos Orang Jawa

batara kala memakan matahari dalam gerhana
Peristiwa langka akan terjadi di sebagian wilayah Indonesia, Gerhana Matahari Total akan terjadi selama 350 tahun sekali menurut tempat yang sama.

Ada 10 Provinsi di Indonesia yang bisa menyaksikannya, yaitu Jalur GMT tersebut bermula dari Palembang (Sumsel), Bangka Belitung (Babel), Sampit (Kalimantan Tengah), Palangka Raya (Kalimantan Tengah), Balikpapan (Kalimantan Timur), Palu, Poso, Luwuk (Sulawesi Tengah), Ternate hingga Halmahera (Maluku Utara).

Namun walaupun wilayah pulau Jawa tidak bisa menyaksikannya tapi kemungkinan akan berbentuk setengah ataupun cincin.

gerhana matahari karena di makan batara kala
 di Indonesia sendiri terdapat berbagai cerita legenda, salah satunya mitos dari suku Jawa. Bahwa matahari di makan oleh Buto Kala atau Batara Kala.

Karena dendamnya pada dewa surya, buto kala menelan matahari dan juga mengatasi rasa laparnya yang berlebihan.

Sebagai putra Dewa siwa dan Dewi Uma, Batara kala yang digambarkan memiliki wajah jelek dan menyeramkan serta suka berbuat onar membuatnya di usir dari marcapada (bumi). 

 Hingga saat ini masyarakat Jawa, ketika fenomena gerhana matahari terjadi maka wanita hamil harus masuk rumah. Anak-anak kecil diharuskan masuk rumah untuk menghindari murka Betara Kala. Di beberapa wilayah di Jawa, mitos ini masih dipegang teguh.

agar tidak memakan matahari, masyarakat jawa biasanya membunyikan kentongan, peralatan dapur dan sebagainya agar bising dan menakuti Batara Kala. lalu beberapa saat Matahari kembali utuh.

0 Response to "Gerhana Matahari dalam Mitos Orang Jawa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel